Minggu, 21 April 2013

Analisis Kependudukan ~ masalah mortalitas



(Berdasarkan kasus dari beberapa media massa)
ANALISIS MASALAH MORTALITAS
A.    Mortalitas
Mortalitas merupakan salah satu dari tiga komponen demografi selain fertilitas dan migrasi, yang dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur.
Menurut WHO, mortalitas adaalah suatu peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup. Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian.
Mortalitas terdiri dari kematian dewasa dan kematian bayi dan balita. Yang paling banyak menjadi perhatian dan sorotan pemerintah adalah kematian ibu dan kematian bayi. Hal tersebut dikarenakan angka kematian ibu dan bayi menjadi tolak ukur derajat kesehatan suatu negara. Data di Indonesia menunjukkan masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 461 per 100.000 kelahiran hidup, dan juga Angka Kematian Balita (AKB) yaitu 42 per 1.000 kelahiran hidup. Angka yang cukup tinggi ini disebabkan oleh banyak hal, diantaranya seperti pada kasus Kesadaran Rendah, Angka Kematian Ibu Melahirkan Tinggi dan Kematian Ibu dan Bayi Kurang diperhatikan.
B.     Analisis Mortalitas Per Kasus
1.      Kasus pertama “Kesadaran Rendah, Angka Kematian Ibu Melahirkan Tinggi”
Pada tahun 2012, angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Karangnyar mencapai 127 per 100.000 kelahiran. Jumlah ini masih tergolong tinggi untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Selama tiga tahun angka kematian di kabupaten Karanganyar memang fluktuatif namun masih tergolong tinggi. Angka kematian ibu dan bayi yang tinggi disebabkan oleh penyebab langsung dan tidak langsung selama masa kehamilan dan melahirkan ibu. Penyebab langsung ini berhubungan dengan dengan komplikasi obstetrik selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas (post-partum) dan penyebab tidak langsung berhubungan dengan penyakit yang diderita ibu sejak sebelum kehamilan seperti penyakit jantung, kanker dan lain sebagainya.

Analisis Kependudukan ~ masalah fertilitas

(Berdasarkan kasus pada beberapa media massa)
ANALISIS MASALAH FERTILITAS
Fertilitas (kelahiran) sama dengan kelahiran hidup (live birth), yaitu terlepasnya bayi dari rahim seorang perempuan dengan ada tanda-tanda kehidupan misalnya bernafas, berteriak, jantung berdenyut dan sebagainya.
Indonesia saat ini memiliki angka fertilitas yang tergolong tinggi, yakni mencapai 4,5 juta bayi per tahun. Kondisi seperti ini dianggap tidak menguntungkan dari sisi pembangunan ekonomi. Hal ini diperkuat dengan kenyataan bahwa kualitas penduduk masih rendah sehingga diposisikan sebagai beban pembangunan daripada modal pembangunan.
Dalam perspektif yang lebih luas, persoalan fertilitas tidak hanya berhubungan dengan jumlah anak sebab aspek yang terkait di dalamnya sangat kompleks dan variatif misalnya menyangkut isu kesehatan reproduksi. Isu kesehatan reproduksi menyangkut banyak hal seperti kehamilan tak dikehendaki, aborsi, jumlah anak, proses melahirkan yang sehat dan kesehatan ibu dan bayi.
Pada umumnya kasus kehamilan yang tidak dikehendaki terjadi pada ibu yang berstatus sosial ekonomi rendah. Ini akan menimbulkan masalah tersendiri yang cukup rumit seperti proses kehamilan, proses persalinan ibu, ketercukupan gizi ibu dan anak dan lain sebagainya. Sementara itu, kasus kehamilan yang tidak dikehendaki tidak hanya terbatas terjadi pada perempuan dengan status menikah, tetapi juga perempuan yang tidak menikah. Untuk kasus terakhir ini besar kemungkinan menghasilkan kasus aborsi. Hal ini akan menambah persoalan aborsi yang pada dasarnya sudah sangat serius di Indonesia.
Aborsi merupakan problem yang serius karena di satu pihak aborsi adalah illegal, tetapi di pihak lain permintaan terhadap aborsi cenderung meningkat. Akibatnya, banyak aborsi dilakukan secara illegal di tempat-tempat yang (mungkin) mengandung risiko tinggi terhadap keselamatan ibu dan anak. Bayi yang dilahirkan dari kehamilan yang tidak dikehendaki akan mengalami masalah psikologis dalam perkembangannya, dan hal itu tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga/orang tua, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah.

 Berikut ini akan dibahas beberapa kasus terkait masalah fertilitas di Indonesia:
Kasus pertama, jumlah remaja melahirkan kian banyak disebutkan karena penyebab rata-rata usia nikah pertama perempuan yang masih rendah. Jumlah remaja yang melahirkan kian membuat angka kelahiran total atau TFR meningkat. Selain itu juga disebutkan bahwa fertilitas kelompok remaja meningkat, namun tingkat pemakaian KB hanya sedikit mengalami peningkatan. Dari kasus dan keterangan diatas, dapat dianalisis bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi masalah fertilitas di Indonesia, diantaranya faktor pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
1.      Pendidikan
Pendidikan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya fertilitas karena akan mempengaruhi pola pikir dan orientasi karir seseorang. Orang yang memiliki status pendidikan yang tinggi pada umumnya akan menunda pernikahannya karena lebih berorientasi pada pendidikannya dan pekerjaan yang layak. Selain itu pendidikan juga berpengaruh terhadap pengetahuan mengenai usia yang tepat untuk merencanakan kehamilan serta mengenai pentingnya ber-KB. Sebaliknya jika seseorang kurang memiliki tingkat pendidikan tinggi, besar kemungkinan ia akan cenderung untuk memilih menikah di usia dini. Hal ini akan memperbesar peluang banyaknya bayi yang lahir dalam satu keluarga serta menjadi alasan mengapa jumlah remaja yang melahirkan kian banyak. 

Kamis, 13 Desember 2012

Kesehatan Lingkungan vs Epidemiologi Lingkungan

Pagi blogger, masih pagi nih, masih dingin + mendung hohoho.
Pagi ini saya mau share sedikit ilmu yang saya dapat kemaren waktu kuliah dasar kesehatan lingkungan nih,, :) yaitu tentang bedanya kesehatan lingkungan dan epidemiologi lingkungan.

  • Kesehatan Lingkungan: ilmu yang mempelajari dinamika interaksi antara komponen lingkungan dengan manusia/komunitas yang dapat atau diduga dapat menggganggu kesehatan manusia dan mencari serta melakukan pencegahannya.
  • Epidemiologi Lingkungan: ilmu yang mempelajari perubahan kualitas lingkungan dan dampaknya pada kesehatan manusia baik individu atau kelompok.
Jadi dapat dibedakan bahwa kesehatan lingkungan itu sebatas mempelajari interaksi lingkungan dengan manusia dan belum mempelajari dampak pada kesehatannya / memperkirakan dampaknya terhadap kesehatan, sedangkan epidemiologi lingkungan mempelajari perubahan kualitas lingkungan dan dampaknya terhadap kesehatan. 

Mungkin itu sedikit share ilmu pada pagi ini, semoga bermanfaat :)

Rabu, 12 Desember 2012

Dampak Kebakaran Hutan

Berbagai dampak kebakaran hutan di berbagai aspek antara lain:


1.      Dampak Terhadap Sosial, Budaya dan Ekonomi
a.       Hilangnya sejumlah mata pencaharian masyarakat di dan sekitar hutan.
Sejumlah masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil hutan tidak mampu melakukan aktivitasnya. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut sedikit banyak mengganggu aktivitasnya yang secara otomatis juga ikut mempengaruhi penghasilannya. Setelah kebakaran usai pun dipastikan bahwa masyarakat kehilangan sejumlah areal dimana ia biasa mengambil hasil hutan tersebut seperti rotan, karet dan sebagainya.

b.      Terganggunya aktivitas sehari-hari
Adanya gangguan asap secara otomatis juga mengganggu aktivitas yang dilakukan manusia sehari-hari. Misalnya pada pagi hari sebagian orang tidak dapat melaksanakan aktivitasnya karena sulitnya sinar matahari menembus udara yang penuh dengan asap. Demikian pula terhadap banyak aktivitas yang menuntut manusia untuk berada di luar ruangan. Adanya gangguan asap akan mengurangi intensitas dirinya untuk berada di luar ruangan. Ketebalan asap juga memaksa orang menggunakan masker yang tidak sedikit banyak mengganggu aktivitasnya sehari-hari.


c.       Peningkatan jumlah hama
Sejumlah spesies dikatakan sebagai hama bila keberadaan dan aktivitasnya mengganggu proses produksi manusia. Bila tidak mencampuri urusan produksi manusia maka ia akan tetap menjadi spesies sebagaimana spesies yang lain.
Spesies yang potensial untuk menjadi hama tersebut selama ini berada di hutan dan melakukan interaksi dengan lingkungannya membentuk rantai kehidupan. Kebakaran yang terjadi justru memaksanya terlempar dari rantai ekosistem tersebut, dan dalam beberapa kasus spesies tersebut masuk dalam komunitas manusia dan berubah fungsi menjadi hama dengan merusak proses produksi manusia yang ia tumpangi atau dilaluinya.

Senin, 24 September 2012

Transisi Epidemiologi


Salam blogger, lagi bosen searching tugas nih, dari tadi gak ketemu2,, hehe
Demi mengisi kekosongan statistik modem berjalan, mending ngepost "sesuatu" dulu :D
Oke, "sesuatu" itu adalah transisi epidemiologi, berikut penjelasannya, semoga bermanfaat :)

Transisi Epidemiologi
Transisi epidemiologi yang dimaksud adalah perubahan distribusi dan faktor-faktor penyebab terkait yang melahirkan masalah epidemiologi yang baru. keadaan transisi epidemiologi ini ditandai dengan perubahan pola frekuensi penyakit.
Transisi epidemiologi bermula dari suatu perubahan kompleks dalam pola kesehatan dan pola penyakit utama penyebab kematian dimana terjadi penurunan prevalensi penyakit infeksi (penyakit menular), sedangkan penyakit non infeksi (penyakit tidak menular) justru semakin meningkat. Hal ini terjadi seiring dengan berubahnya gaya hidup, sosial ekonomi dan meningkatnya umur harapan hidup yang berarti meningkatnya pola risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi dan lain-lain.

Sabtu, 15 September 2012

The core of public health science is epidemiology

Salam Sehat!!!

            Kuliah dimulai kembali, begitupun tugas. . . semester ke-tiga ku di FKM UNDIP pun bermula. . . .

“The core of public health science is epidemiology” begitu tertulis dalam buku yang berjudul Epidemiology Kept Simple yan ditulis oleh B. Burst Gerstman. Epidemiologi melahirkan banyak tokoh mulai dari Hippocrates (460-377 SM), John Graunt (1620 – 1674) , Pierre Charles Louis (1787 – 1872), hingga John Snow (1813 – 1858)

Seorang pemimpin besar dalam dunia kesehatan masyarakat C.E.A Winslow menyebutkan bahwa epidemiologi adlah disiplin diagnostic kesehatan masyarakat, epidemiologi juga disebut sebagai  “the mother science of public health” oleh Blakley (1990).

Senin, 25 Juni 2012

SOCIAL LEARNING THEORY


TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI KESEHATAN
SOCIAL LEARNING THEORY

1.   BAGAN


Minggu, 24 Juni 2012

TEORI BELAJAR SOSIAL BANDURA


 TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI KESEHATAN
“ TEORI BELAJAR SOSIAL BANDURA

Gambar 2.1 secara Umum Teori Belajar Sosial Bandura

1. Latar Belakang Munculnya Teori Belajar Sosial Bandura
Teori pembelajaran sosial adalah perkembangan utama dari tradisi teori pembelajaran perilaku (behavioristik). Teori belajar sosial dikemukakan oleh seorang tokoh yang bernama Albert Bandura yang lahir pada tahun 1925 di sebuah kota kecil di provinsi Alberta, Canada. Teori pembelajaran sosial (social learning theory) dari Albert Bandura menerima kebanyakan prinsip teori perilaku (behavioristik), tetapi terfokus jauh lebih banyak pada efek isyarat pada perilaku dan pada proses mental internal, dengan menekankan efek pemikiran pada tindakan dan tindakan pada pemikiran. Pada saat Bandura melakukan percobaan-percobaan mengenai teori belajar sosial, waktu itu sangat dipengaruhi oleh kelompok-kelompok peneliti dengan aliran teori belajar behavioristik. Bandura melihat bahwa hewan-hewan yang dipergunakan untuk percobaan memperlihatkan tingkah laku sendiri. Artinya tidak ada hewan lain atau dengan kata lain hewan percobaan dari kelompok peneliti dengan aliran teori belajar behavioristik tersebut tidak sosial. Hasil-hasil percobaan dan penelitian para ahli teori belajar behavioristik seperti Skinner dan Thorndike diamalkan pada situasi sosial. Padahal penelitian dan percobaan yang dilakukan oleh Skinner dan Thorndike tidak dalam situasi sosial, sehingga Bandura menganggap bahwa perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Bandura mengembangkan teori belajar sosial juga karena ia melihat keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh teori belajar behavioristik yang pada saat itu merupakan teori yang diterima oleh banyak kalangan. Bandura (dalam Panen, 2005:4.6) menguraikan hal-hal keterbatasan teori belajar behavioristik yaitu:
a)   Teori behavioristik sukar diterapkan pada situasi kehidupan nyata. Tidak mungkin ada satu orang yang terus menerus hadir setiap harinya untuk memberikan hadiah bagi terlihatnya perilaku yang diinginkan guna menjamin meningkatnya frekuensi munculnya perilaku tersebut. Biasanya orang harus mengatur dan mengendalikan perilakunya sendiri.
b) Teori belajar behavioristik tidak menerangkan mengenai terjadinya pembelajaran perilaku baru. Kadang-kadang kita melihat orang melakukan suatu tindakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
c)   Teori belajar behavioristik hanya dapat menerangkan pembelajaran langsung (direct learning), di mana konsekuensi diberikan segera setelah perilaku belajar terjadi, tidak untuk pemadanan yang tertunda (delayed matching), di mana konsekuensi diberikan kemudian. Sering terjadi suatu perilaku telah terpelajari tetapi belum segera ditampakkan, dampak belajar mungkin belum terjadi segera sampai waktu kemudian.
d)  Untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan teori belajar behavioristik tersebut, akhirnya Bandura mengembangkan sebuah teori yang dikenal sebagai “Teori Belajar Sosial”.

Sabtu, 23 Juni 2012

HEALTH BELIEF MODEL


 TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI KESEHATAN
HEALTH BELIEF MODEL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perilaku kesehatan masyarakat merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat. Belakangan ini, kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia mengalami penurunan akibat perilaku kesehatan masyarakat yang buruk.
Penurunan kualitas kesehatan masyarakat akibat perilaku kesehatan masyarakat yang buruk ini kemudian menjadi suatu hal yang sangat krusial bagi petugas kesehatan. Perilaku yang buruk, rusaknya lingkungan, dan penurunan kualitas kesehatan menjadi siklus yang harus diputus untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat.
Melalui teori Health Belief Model, kita mampu mempelajari perilaku kesehatan masyarakat yang akan mempermudah pemahaman tehadap perubahan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui pemahaman dan pengaplikasian teori Health Belief Model yang baik akan tercipta kualitas kesehatan masyarakat indonesia yg baik pula.
1.2  Tujuan
Dengan mempelajari teori Health Belief Model ini diharapkan seorang mahasiswa kesehatan masyarakat akan mempu menjadi calon sarjana kesehatan masyarakat yang baik, yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia.
1.3   Manfaat
·    Memeperkaya pengetahuan dibidang kesehatan khususnya perilaku masyarakat
·    Memahami koksep teori Health Belief Model
·    Mempermudah pemahaman terhadap perilaku kesehatan masyarakat
·    Mempersiapkan diri menjadi seorang calon sarjana masyarakat yang baik
1.4  Rumusan Masalah
·    Apa yang dimaksud dengan Teori Health Belief Model?
·    Bagaimana sejarah lahirnya teori Health Belive Model?
·    Apa peran teori Health Belief Model dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat?
·    Apa sajakah konsep utama Health Belief Model?
·    Bagaimana cara mengkur Health Belief Model?
·    Apa saja faktor esensial yang memperngaruhi Health Belief Model?
·   Apa contoh penyakit yang menerapkan konsep Health Belief Model?

Jumat, 22 Juni 2012

Hidup dengan otak yang terbelah & Ketakutan terkondisi (terbiasakan)



TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI KESEHATAN

1.      Hidup dengan otak yang terbelah
2.      Ketakutan terkondisi (terbiasakan)

Kasus 1 : Hidup dengan otak yang terbelah

Pengertian Epilepsi
Epilepsi adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengalami kejang berulang. 2% dari penduduk dewasa pernah mengalami kejang. Sepertiga dari kelompok tersebut mengalami epilepsi. Adapun gejala yang paling umum dialami oleh penderita epilepsi adalah kejang. Gejala kejang berdasarkan sisi otak yang terkena epilepsi:

Sisi otak yang terkena
Gejala
Lobus frontalis                                               
Kedutan pada otot tertentu
Lobus oksipitalis                                            
Halusinasi kilauan cahaya
Lobus parietalis          
Mati rasa atau kesemutan di bagian tubuh tertentu
Lobus temporalis                               

Halusinasi gambaran dan perilaku repetitif kompleks misalnya berjalan berputar-putar
Lobus temporalis anterior                              
Gerakan mengunyah, gerakan bibir mencium
Lobus temporalis anterior sebelah dalam
Halusinasi bau, baik menyenangkan maupun tidak menyenangkan

Kamis, 21 Juni 2012

Strategi meningkatkan memori otak & kemampuan berfikir divergen


TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI KESEHATAN

1. STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMORI
2. MELATIH KEMAMPUAN BERFIKIR DIVERGEN
3. BEBERAPA PENGARUH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KAPASITAS INTELEKTUAL

1.  STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMORI
a)   Melatih dan meransang Otak
Terdapat beberapa cara dalam melatih dan meransang otak, antara lain:
■ Sering menggunakan dan melatih otak ( berpikir )
Semakin sering menggunakan dan melatih otak, maka semakin besar dan kuat kemampuan memori otak tersebut.
■ Rangsang Panca Indera
Otak memiliki 2 fungsi utama, yaitu sensorik dan motorik. Meningkatkan kemampuan otak bisa dilakukan dengan memberikan rangsangan pada indera. Seperti halnya ketika tubuh tiba-tiba merasa lapar setelah mencium bau masakan yang sedap, rangsangan yang diterima panca indera akan merangsang otak untuk beraktifitas.
Contoh lain, Aromaterapi secara efektif mampu membuat tubuh menjadi lebih rileks. Begitu juga dengan musik yang bisa dinikmati ketika sedang santai. Pada indera pengecap, permen papermint dipercaya bisa meningkatkan memori otak sehingga bisa menerima informasi secara efektif.
Memanfaatkan kekuatan visualisasi (indera penglihatan) dapat mempengaruhi memori otak. Visualisasi membantu otak berpikir dalam gambar. Gambar yang baik akan mempercepat otak mencerna, dan memori otak pun dapat berjalan lebih baik. Contoh nya adalah warna dekorasi ruangan kantor yang cerah mampu mengurangi rasa kebosanan dan kelelahan.
■ Menjelajah Internet
Penelitian yang dilakukan di University of California - Los Angeles membuktikan bahwa menjelajah internet (surfing) bisa merangsang otak untuk bekerja maksimal dalam membuat keputusan dengan pertimbangan-pertimbangan yang kompleks. Dan Scan Otak yang dilakukan menunjukkan bahwa lebih banyak syaraf-syaraf otak yang aktif ketika kita menjelajah internet daripada membaca buku.
Internet adalah dunia tanpa batas dimana bisa mendapat lebih banyak informasi diluar pendidikan formal. Belum lagi, dalam internet terdapat banyak jenis permainan online asah otak yang bisa membuat otak menjadi lebih pintar. Semakin sering menjelajah internet, semakin sering pula otak bekerja.

Senin, 18 Juni 2012

PEMETAAN SOSIAL

TUGAS MATA KULIAH SOSIOLOGI ANTROPOLOGI
“PEMETAAN SOSIAL”


2.1 Definisi Pemetaan Sosial
            Pemetaan sosial (social mapping) merupakan upaya mengidentifikasi dan memahami struktur sosial (sistem kelembagaan dan individu) tata hubungan antar lembaga dan atau individu pada lingkungan sosial tertentu. Pemetaan sosial dapat juga diartikan sebagai social profiling atau “ pembuatan profil suatu masyarakat “ Identifikasi kelembagaan dan individu ini dilakukan secara akademik melalui suatu penelitian lapangan, yakni mengumpulkan data secara langsungmenginterpretasikannya dan menetapkan tata hubungan antara satu dengan lain satuan sosial dalam kawasan komunitas yang diteliti (Dody Prayogo,2003).
Identifikasi tata hubungan ini dapat dikaitkan dengan keberadaan pranata sebagai salah satu institusi di dalam kelembagaan sosial atau organisasi sosial dan atau sekitar komunitas yang dimaksud. Identifikasi tata hubungan inilah yang disebut dengan pemetaan atau mapping, yang memberikan gambaran posisi pranata terhadap lembaga lain di dalam komunitas tersebut, sekaligus memberi gambaran bagaimana sifat hubungan antara pranata dengan lembaga-lembaga tersebut. Adapun tujuan utama membuat pemetaan sosial adalah diperolehnya program prioritas dan alokasi sumber dalam penguatan kelompok sosial masyarakat dari pengaruh budaya-budaya luar secara efisien, efektif dan berkelanjutan .

2.2  Tujuan Pemetaan Sosial
Secara khusus pemetaan sosial bertujuan agar :

1.     Tersusunnya indikator bobot masalah dan jangkauan fasilitas pelayanan sosial dalam  kegiatan penguatan.
2.     Diperolehnya peta digitasi sebagai dasar pengembangan informasi untuk penguatan kelompok-kelompok sosial.
3.     Diperolehnya peta-peta fematik dengan sistem informasi geografis (GIS), sehingga diketahui berbagai pengaruh budaya-budaya luar.
4.     Tersusunnya prioritas rencana program penguatan berdasarkan jenis masalah dan satuan wilayah komunitas yang ada pengaruhnya dari budaya-budaya luar.
5.     Dapat ditentukan alokasi program prioritas untuk kegiatan penguatan.
6.     Sebagai langkah awal pengenalan lokasi dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat 
7.     Untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat.
8.     Sebagai dasar pendekatan dan metoda pelaksanaan melalui sosialisasi dan pelatihan.
9.     Sebagai dasar penyusunan rencana kerja yang bersifat taktis terhadap permasalahan yang dihadapi
10. Sebagai acuan dasar untuk mengetahui terjadinya proses perubahan sikap dan perilaku pada masyarakat.


Senin, 11 Juni 2012

STRATIFIKASI SOSIAL

TUGAS MATA KULIAH SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI KESEHATAN
STRATIFIKASI SOSIAL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Masyarakat terdiri dari beragam kelompok-kelompok orang yang ciri-ciri pembedanya bisa berupa warna kulit, tinggi badan, jenis kelamin, umur, tempat tinggal, kepercayaan agama atau politik, pendapatan atau pendidikan. Pembedaan ini sering kali dilakukan bahkan mungkin diperlukan.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Masyarakat dengan segala aspek yang mencakup di dalamnya merupakan suatu objek kajian yang menarik untuk diteliti. Begitu pula dengan sesuatu yang dihargai oleh masyarakat tersebut. Dengan kata lain, sesuatu yang dihargai dalam sebuah komunitas masyarakat akan menciptakan pamisahan lapisan atau kedudukan seseorang tersebut di dalam masyarakat. Pemisahan lapisan atau kedudukan tersebut dalam sosiologi kita kenal dengan konsep stratifikasi sosial.
Stratifikasi sosial adalah strata atau pelapisan orang-orang yang berkedudukan sama dalam rangkaian kesatuan status sosial. Namun lebih penting dari itu, mereka memiliki sikap, nilai-nilai dan gaya hidup yang sama.
Stratifikasi sosial berbeda dengan kelas sosial, akan tetapi kedua istilah ini sering kali dipergunakan secara bergantian hingga dalam beberapa bagian bisa menjadi rancu. Stratifikasi sebenarnya lebih merujuk pada pembagian kelompok orang kedalam tingkatan atau strata yang berjenjang secara vertikal. Sementara itu istilah kelas sebenarnya lebih sempit dari stratifikasi sosial. Istilah kelas lebih merujuk pada satu lapisan atau satu strata tertentu dalam sebuah konstratifikasi sosial. Kelas sosial, dengan demikian cenderung diartikan sebagai kelompok yang anggota-anggotanya  memiliki orientasi politik, nilai budaya, sikap, dan perilaku sosial yang secara umum sama.

Jumat, 01 Juni 2012

SIKLUS BIOGEOKIMIA

   TUGAS MATA KULIAH EKOLOGI KESEHATAN
SIKLUS BIOGEOKIMIA

  Unsur-unsur seperti karbon, nitrogen, fosfor, belerang, hidrogen, dan oksigen adalah beberapa di antara unsur yang penting bagi kehidupan. Unsur-unsur tersebut diperlukan oleh makhluk hidup dalam jumlah yang banyak, sedangkan unsur yang lain hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Meskipun setiap saat unsur-unsur yang ada tersebut dimanfaatkan oleh organisme, keberadaan unsur-unsur tersebut tetap ada. Hal tersebut dikarenakan, unsur yang digunakan oleh organisme untuk menyusun senyawa organik dalam tubuh organisme, ketika organisme-organisme tersebut mati, unsur-unsur penyusun senyawa organik tadi oleh pengurai akan dikembalikan ke alam, baik dalam tanah ataupun dikembalikan lagi  ke udara. Jadi, dalam proses tersebut melibatkan makhluk hidup, tanah, dan reaksi-reaksi kimia di dalamnya. Itulah yang dimaksud sebagai siklus biogeokimia.
     Siklus biogeokimia atau siklus organik anorganik dengan kata lain adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik sehingga disebut siklus biogeokimia. Berikut ini akan dibahas macam-macam daur biogeokimia yang ada di alam ini, antara lain:

Senin, 28 Mei 2012

Komunikasi Interpersonal

TUGAS MATA KULIAH KOMUNIKASI KESEHATAN
“KOMUNIKASI INTERPERSONAL”

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk sosial yang pada hakikatnya selalu berkeinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain yaitu berbicara, bertukar pendapat, berbagi pengalaman, informasi, kerja sama dalam memecahkan suatu masalah dan lain sebagainya. Manusia melakukan komunikasi setiap harinya, sejak bangun tidur di pagi hari sampai tidur lagi di larut malam, sebagian besar dari waktu kita digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia yang lain. Salah satu komunikasi yang sering dilakukan oleh manusia adalah komunikasi interpersonal.
Komunikasi interpersonal merupakan proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159). Menurut pemahaman seperti ini, komunikasi dikaitkan dengan pertukaran informasi yang bermakna dan harus membawa hasil di antara orang-orang yang berkomunikasi. Komunikasi interpersonal menghendaki informasi atau pesan dapat tersampaikan dan hubungan di antara orang yang berkomunikasi dapat terjalin. Oleh karena itu setiap orang apapun tujuan mereka, dituntut memiliki keterampilan komunikasi interpersonal agar mereka bisa berbagi informasi, bergaul dan menjalin kerjasama untuk bisa bertahan hidup
Komunikasi interpersonal menjadi urat nadi untuk denyut kehidupan sekaligus merupakan kekuatan utama dalam membentuk pengertian dan pemahaman di antara orang-orang. Komunikasi interpersonal membina percakapan, koordinasi dan kerjasama orang-orang agar produktif, dinamis dan inovatif sekaligus menghubungkan tujuan-tujuan organisasi dengan tingkat partisipasi anggota dan dinamika kemajuan masyarakat. 
Kemampuan berkomunikasi interpersonal yang baik dan efektif sangat diperlukan oleh manusia agar dia dapat menjalani semua aktivitasnya dengan lancar. Terutama ketika seseorang melakukan aktivitas dalam situasi yang formal, misal dalam lingkungan kerja. Lebih penting lagi ketika aktivitas kerja seseorang adalah berhadapan langsung dengan orang lain dimana sebagian besar kegiatannya merupakan kegiatan komunikasi interpersonal.
Agar komunikasi dapat berjalan lancar, maka dibutuhkan keahlian dalam berkomunikasi ( communication skill). Dan tidaklah semua orang memiliki communication skill. Banyak orang yang berkomunikasi hanya mengandalkan gaya yang dipakai sehari-hari. Mereka menganggap cara komunikasi yang mereka pakai sudah benar. Padahal kalau dicermati masih banyak kesalahan dalam berkomunikasi.

METODE ILMIAH

 TUGAS MATA KULIAH SOSIOLOGI-ANTROPOLOGI KESEHATAN
METODE ILMIAH

          Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan ilmu yang terdiri dari metode berpikir induktif dan deduktif.

Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode atau cara berpikir yang ditarik kesimpulan bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat khusus. Induksi menjelaskan bahwa karena beberapa bukti yang ada itu benar, maka bukti lain yang sama juga benar. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Misalnya pada hukum yang disimpulkan oleh Archimedes yang mengatakan bahwa benda padat yang dicelupkan ke dalam air, maka berat benda tersebut sama dengan berat air yang tumpah. Archimedes menggunakan dirinya sendiri sebagai contoh yang kemudian disimpulkan bahwa hal yang serupa terjadi juga pada benda lainnya. Metode induktif dapat dilakukan dengan cara generalisasi, analogi dan sebab-akibat. Contoh metoda berpikir induktif:

Hitler adalah diktator dan bengis.
Stalin adalah diktator dan bengis.
Castro adalah diktator.
Oleh karena itu, Castro sangat boleh jadi juga bengis.

Jumat, 18 Mei 2012

Kapan masing-masing dari anda berfilsafat??

TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT DAN LOGIKA

1. Kapan masing-masing dari anda berfilsafat?
Ketika saya mulai berfikir dan menemukan kebenaran.
2. Sebagai calon sarjana Kesehatan Masyarakat bagaimana kalian memperlakukan ilmu-ilmu alam dan ilmu sosial?
Sebagai seorang calon sarjana kesehatan masyarakat saya memandang ilmu alam dan ilmu sosial sama pentingnya karena kedua ilmu ini dalam dunia kesehatan masyarakat sangat diperlukan dalam analisa mendasar dan menyeluruh terhadap suatu masalah kesehatan di masyarakat.    Misalnya dalam penyebaran suatu penyakit, ilmu alam diperlukan untuk menganalisa bagaimana proses penyakit itu menyebar, lalu ilmu sosial digunakan untuk mempelajari prilaku masyarakat yang berhubungan dengan proses penyebaran penyakit tersebut. Inilah bukti bahwa kedua ilmu tersebut tidak bisa dipisahkan dalam dunia kesehatan masyarakat.